Selasa, 16-10-2018,  

Home   Download  Situs Terkait  Saran  Kontak  Login


Ikuti kami di SELAMAT DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
 

Foto Kegiatan


Bank Data


Agenda Kegiatan


Top Download

Berita dan Kegiatan


Ijin Perkebunan Sawit Di HST Sudah Dicabut

Komitmen  Bupati Hulu Sungai Tengah untuk tidak melakukan perkebunan sawit dan penambangan batu baru kini dibuktikan dan direalisasi beliau dengan mencabut dua izin perusahaan sawit yang sempat mendapat izin lokasi dan pembangunan perkebunan di beberapa kecamatan di Kabupatennya.

Menurutnya, sesuai dengan surat keputusan tertanggal 6 april 2016, Bupati HST mencabut surat keputusan nomor: 503/181/525/Tahun 2015 yang mana memberikan Izin lokasi pembangunan perkebunan kelapa sawit seluas 3.800 hektar atas nama PT. Sahoya Agro Lestari yang terletak di Kecamatan Batang Alai Timur, Batang Alai Selatan dan juga mencabut Keputusan Bupati HST Nomor: 500/57/503/ Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Lokasi untuk keperluan pembangunan perkebunan karet dan kelapa sawit seluas 20.000 hektar terletak di Kecamatan limpasu, Batang Alai Utara, Batang Alai Selatan, Haruyan, Batu Benawa dan Hantakan atas nama PT. Globalindo Nusantara Lestari.

"Pertimbangan kita untuk mencabut berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pasal 37 ayat (3), bahwa izin pemanfaatan ruang yang  tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dibatalkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan" kata Latif.

Ditandaskannya, bahwa sesuai dengan Pasal 50 ayat (5) Perpres Nomor 3 Tahun 2012 tentang RTRW Pulau Kalimantan, bahwa Kabupaten HST tidak dicantumkan sebagai daerah yang diperuntukan untuk pemanfaatan kawasan budidaya perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

"Hal ini diperkuat dengan Pasal 77 ayat (5) Perda Provinsi Kalsel Nomor 9 Tahun 2015 tentang RTRW Provinsi Kalsel, bahwa Kabupaten HST tidak dicantumkan sebagai daerah yang diperuntukan untuk kawasan perkebunan kelapa sawit" sebutnya.

Menurut Latif, kebijakan menolak adanya perkebunan kelapa sawit dan juga tambang batu bara sudah merupakan harga mati susuai  dengan visi dan misi yang diembannya dalam menakhodai HST.

"Kita terbuka untuk investor selain batu bara dan sawit. Silakan bagi investor yang berminat untuk menanamkan modal dibidang perkebunan non sawit" ujar Latif baru-baru tadi dalam pertemuan dengan investor di HST.

  Hits (3949)    Waktu :13-04-2016 (14:51:20)   Komentar (0)

Komentar
Alamat Email
Komentar

Tidak ada komentar
Hal