|
BETERNAK SAPI, PROSPEK USAHA YANG TERBUKA |
|
|
|
|
Written by administrator
|
|
Saturday, 21 February 2009 14:48 |
|
HST setiap tahun membutuhkan sapi sebanyak ±3.423 ekor untuk sapi potong dan ±850 ekor untuk sapi kurban, dan sampai tahun 2015 membutuhkan sapi sebanyak ±27.384 ekor
Berbagai peluang usaha yang cukup terbuka di sektor peternakan di wilayah Kab. HST, terutama adalah salah satunya usaha beternak sapi yang terbukti selama ini dan ke depan punya prosfek yang lebih terbuka dan memberikan keuntungan yang lebih. Hal ini mengingat HST setiap tahun membutuhkan sapi sebanyak ±3.423 ekor untuk sapi potong dan ±850 ekor untuk sapi kurban, dan sampai tahun 2015 membutuhkan sapi sebanyak ±27.384 ekor. Kebutuhan ini dari tahun ke tahun naik 10-20 % sehubungan adanya pertumbuhan penduduk dan kesadaran masyarakat akan gizi (protein hewani). Selain itu, adanya kebijakan bahwa Kalimantan Selatan pada tahun 2010 dicanangkan sebagai daerah Sumber Bibit Sapi Potong, sehingga semakin terbuka peluang suatu daerah/kabupaten untuk menghasilkan bibit sapi potong sebanyak-banyaknya. Prosfek usaha ternak sapi juga ditunjang ketersediaan 1 buah Pasar Hewan yang terdapat di Pantai Hambawang dengan kapasitas 100-150 ekor per minggu. Belum lagi adanya peluang pasar yang sangat terbuka secara regional: antar kabupaten, yaitu : kebutuhan kabupaten lain seperti Kab. Banjar, Kota Banjarmasin setiap tahun ±750 ekor; antar provinsi : kebutuhan kabupaten lain di luar prov. Kalsel seperti Kab. Barito Kuala, Barito Selatan, Barito Timur, Palangkaraya, Sampit, dll setiap tahun ±800 ekor. Faktor penunjang lainnya juga didukung adanya daya saing bahwa Barabai sudah terkenal sebagai penghasil daging sapi berkualitas dan pemasok, baik di Kalsel, Kalteng maupun Kalteng, khususnya Palangkaraya dan Sampit. Hal ini lebih dipengaruhi oleh Alam : pakan, air dan lingkungan; juga yang lebih penting SDM pengelolaan ternak yang cukup trampil/ berpengalaman. Daerah pengembangan sapi yang sangat memungkinkan di HST adalah Kec. Batang Alai Timur, Limpasu, Batang Alai Selatan, Hantakan dan Haruyan dengan alasan: • Potensi lahan cukup tersedia dan relatif murah. • Masyarakat cukup antusias untuk beternak sapi. • Daerahnya cukup subur. • Cukup tersedia limbah pertanian sebagai bahan pakan ternak. • Semua jenis ternak sapi bisa hidup, tumbuh berkembang dengan baik.
|
|
Last Updated on Monday, 20 July 2009 21:10 |