|
Bulan Maulid Masyarakat Berlomba Mengangungkan Nabi |
|
|
|
|
Written by administrator
|
|
Wednesday, 03 March 2010 17:15 |
|
Pada Bulan Maulid ini di mana-mana umat Islam Indonesia memperingati Maulid Nabi. Masjid-masjid dan majelis taklim serta dirumah-rumah penduduk muslim pun berubah semarak, tak terkecuali masyarakat di daerah kita Kota Barabai dan desa-desa yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Adanya peringatan Maulid membuat Kelompok maulid habsyi ikut menuai berkah, semakin banyak dapat orderan. Begitu pula para mubaligh, jadwal mereka untuk mengisi ceramah kian padat. Dasar pelaksanaan maulid itu sendiri, yakni ingin mengagungkan Rasulullah. "Makna yang terkandung di balik maulid, jamaah bisa menapak tilas perjalanan Rasul lewat isi ceramah. Apa yang dicontohkan Rasul, sejak lahir sampai wafat, sangat baik diteladani,"
Sejak kecil Nabi kita Muhammad SAW sudah mendapat gelar al-amin, orang yang tepercaya. Dengan akhlak dan budi pekerti yang terpuji itulah, jadi daya tarik Rasulullah, baik bagi yang beriman maupun kaum musyrik. Ada nilai-nilai positif yang terkandung dalam pembacaan syair maulid. Kita bisa menyimak langsung akhlak dan perilaku Rasulullah. Misalnya, dalam syair itu disebutkan akhlak Rasul adalah Alquran. Memang demikian apa yang dicontohkan beliau, begitulah yang diajarkan Alquran. "Umat Islam ketika membaca syair maulid itu seharusnya memahami maknanya, sehingga ada keinginan untuk mengikuti jejak langkah beliau," Contoh, dalam syair tersebut diceritakan Rasulullah setiap kali mendapat undangan dari orang miskin, beliau cepat sekali mendatangi. Sementara kita, kalau yang mengundang orang biasa saja masih suka mikir-mikir. Berarti, sikap itu bertolak belakang dengan yang diajarkan Rasul. Beliau tidak pernah membeda-bedakan orang, justru lebih mencintai kaum miskin. "Memperingati maulid sebagai salah bentuk kecintaan pada Rasulullah. Tujuan akhirnya, bagaimana mengikuti sunah-sunah beliau,"
|